Minggu, 31 Mei 2015

Peluang Investasi Saham Jangka Panjang 2015 yang Menjanjikan



TSPC (Tempo Scan Pacific Tbk.)
Penulis sendiri sudah pernah menjadikan TSPC sebagai salah satu portofolio penulis hingga akhir 2014. Waktu itu beli di harga 2600 dan kurang dari 3 bulan saya jual di harga 3100, ya kurang lebih 20 persen untungnya. Nah, kenapa saham ini diirekomendasikan lagi? Ya, karena sekarang harganya turun lagi di harga 2500an. Memang kalau lihat PBV-nya sekarang ini di 3,26 dan PER-nya yang mencapai 18,23 terlihat valuasinya agak mahal, tapi kalau penulis sendiri punya prinsip bahwa saham yang valuasinya tidak terlalu murah, apalagi sektonya consumer, tapi kinerjanya tidak buruk-buruk amat, yaitu mampu mencatakan ROE (Return of Equity) hingga 17,89, mengapa tidak kita koleksi? Belum lagi kalau melihat pengalaman penulis sebelumnya yang bisa cuan dalam waktu singkat.

Sekalipun demikian, kita semua tidak bisa memastikan kalau setelah harganya turun akan naik lagi sebagaimana pengalaman sebelumnya, tapi ini semua kembali pada keputusan anda sebagai investor, karena saya sendiri hanya merekomendasikannya, dan kalau seandainya salah yang mana harganya ternyata tidak naik, ya itu resiko investasi saham yang harus anda tanggung sendiri. Tapi, so far, kalau kita mengamati grafiknya tampak terlihat menjanjikan, sekalipun demikian liat dulu apakah akan memperlihatkan growth lagi atau tidak.

MYOH (Samindo Resources) atau SIMP (Salim Ivomas Pratama Tbk.)

Sudah sejak 6 bulan lalu, mas TeguhHidayat, salah satu analis saham fundamental, merekomendasikan SIMP untuk beli di harga 700an. Secara, perusahaan ini digawangi oleh Astra yang mana kita tahu kinerjanya selalu kinclong dalam mengurus perusahaan, sebut saja AHAS dan lainnya. Sekalipun demikian, ROE nya yang masih di 4,55 masih butuh kerja keras dari manajemennya untuk terus meningkatkan labanya di laporan keuangan kuartal berikutnya. Tapi kalau anda seorang value investor yang mengacu pada PER nya sepertinya ini bisa jadi koleksi karena saat ini PERnya cuma 0,73.

MYOH juga masuk dalam rekomendasi Saham Jangaka Panjang 2015 Yang Fundamentalnya Bagus karena dari segi valuasi harganya bukan main murahnya, ya, PER nya cuma 1,11 sedangkan  ROEnya mencapai 30,43, lumayan tinggi sekali kan, padahal ROE di 20an saja sudah sangat bagus apalagi dengan 30an lebih.


Secara fakta, saham sektor Mining umumnya bisa memberikan keuntungan berlipat karena biasanya harganya bisa melonjak begitu cepat, bahkan dalam hitungan minggu saja jika laporang keuangannya memperlihatkan prestasi yang baik, belum lagi kalau sudah ramai dibahas di berbagai media. Ini bisa dilihat dari data grafik dari MYOH yang pernah naik dari harga 400 naik menjadi 5000 dalam waktu kurang dari 1 minggu saja, kan berkali-kali lipat keuntungan yang bisa dihasilkan kalau seperti itu.

TIRT (PT. Tirta Mahakam Resources)
Jujur ini bukan saham yang liquid, bahkan sehari nilai transaksinya hanya kurang lebih 50 juta saja. tapi jangan ditanya soal valuasinya karena PBV cuma 0,96, PER 1,63, sedangkan ROE mencapai 58,92, sungguh nilai yang menggiurkan jika kita memang mau niat investasi jangka panjang. Soal fundamental penulis tidak perlu membahasnya, secara TeguhHidayat juga merekemendasikan ini dalam ebook analisa saham yang ia terbitkan khusus untuk laporan keuangan kuartal ini, ya kira-kira terbit waktu Desember 2014 lalu, masih baru banget.

PGAS (mengenai peluang saham Blue Chip ini sudah dibahas tuntas, silahkan kunjungi tautannya)

Memang sih, saham TIRT ini bisa dibilang jarang ada yang bahas, tapi kalau mengacu ke pengalaman selama ini, umumnya saham itu mulai liquid dan bahkan melbihi liquid-nya saham blue chip kalau valuasi dan prospeknya mulai memperlihatkan peluang, dan saat itulah orang sudah beramai-ramai membelinya, dan jika anda terlambat masuk maka yang didapat cuma remahannya saja, beda kalau anda sudah lebih dulu mengambil keputusan pintar, tentu akan memperoleh keuntungan yang berlipat-lipat saat itu. Ini juga cara main saham terhindar dari kerugian yang di praktekkan oleh Warren Buffett sehingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Anda bisa percaya atau tidak dari pembahasan Investasi Saham Jangka Panjang 2015 Yang Fundamentalnya Bagus ini, karena ini cuma analisa ringan saja, keputusan selalu di tangan anda karena uang ya milik anda juga, kalau seandainya salah, tentu tak ada yang bisa disalahkan selain diri anda sendiri, bahkan penulisa juga tidak ada hubungannya dengan kerugian yang anda alami. Oke! sampai di sini dulu, silahkan pikirkan dengan matang sebelum memutuskan untuk membeli salah satu saham prospek di atas.

Senin, 04 Mei 2015

Bedah Jurnal Metode VAR



Penggunaan Metode VaR (Value at Risk) dalam
Analisis Risiko Investasi Saham dengan Pendekatan
Generalized Pareto Distribution (GPD)

I. PENDAHULUAN

Pasar modal merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang dan sebagai media investasi bagi pemodal. Tiap investasi antar saham yang dilakukan akan memberikan keuntungan dan risiko yang berbeda meskipun dalam sektor industri yang sama. Penyebab  perbedaan ini adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi manajemen, pemasaran, keadaan keuangan, kualitas produk dan kemampuan bersaing. Faktor eksternal terdiri dari kebijakan pemerintah, poleksosbudhankam (politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan dan keamanan), pesaing, serta selera dan daya beli masyarakat.  Harapan dari investor terhadap investasinya adalah memperoleh  return  sebesar-besarnya dengan risiko tertentu.
Risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan  (expected return)  dengan tingkat pengembalian aktual  (actual return). Pengukuran risiko merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan investasi dana yang cukup besar. Oleh sebab itu, pengukuran risiko perlu dilakukan agar risiko berada dalam tingkatan yang terkendali sehingga dapat mengurangi terjadinya kerugian berinvestasi. Salah satu metode yang berkembang pesat dan sangat populer dipergunakan saat ini ialah Value at Risk (VaR) yang dipopulerkan oleh J. P. Morgan pada tahun 1994. Data deret waktu keuangan sebagian besar memiliki ekor distribusi yang gemuk (heavy tailed) yaitu ekor distribusi turun secara lambat bila dibandingkan  dengan distribusi normal.


II. METODOLOGI

A. Pengertian
Return suatu saham adalah hasil yang diperoleh dari investasi dengan cara menghitung selisih harga saham periode berjalan dengan periode sebelumnya dengan mengabaikan dividen.
B. Statistika Deskriptif
Skewness merupakan derajat letak simetran atau kejauhan dari simetri suatu distribusi. Jika kurva frekuensi suatu distribusi mempunyai ekor yang lebih panjang ke kanan, maka distribusi tersebut mempunyai kemiringan positif. Sebaliknya jika distribusi mempunyai ekor yang lebih panjang ke kiri, maka mempunyai kemiringan negatif. Nilai skewness dari
distribusi normal adalah nol.
Kurtosis merupakan ukuran kecenderungan data berada di luar distribusi. Kurtosis dari distribusi normal adalah 3, artinya jika kurtosis lebih besar dari 3 maka sampel data cenderung untuk di luar distribusi normal. Jika kurtosis lebih kecil dari 3, sampel data cenderung berada di dalam lingkupan distribusi normal.
C. Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedas-ticity (GARCH)
GARCH merupakan suatu model yang dapat digunakan untuk memodelkan data deret waktu bidang finansial yang sangat tinggi nilai volatilitasnya. Pemodelan GARCH merupakan pengembangan yang dilakukan oleh Bollerslev pada tahun 1986 dari model  Autoregressive Conditional Heteroskedascity (ARCH) yang diperkenalkan oleh Engle pada tahun 1982 dan telah berhasil diterapkan pada data keuangan. Secara umum model GARCH


D. Value at Risk
VaR adalah adalah suatu statistik yang mengukur besar risiko berdasarkan posisi saat ini. VaR merupakan metode untuk menilai risiko menggunakan teknik statistik standar yang secara rutin digunakan di bidang teknik lainnya [11]. VaR merupakan q% quantil dari distribusi nilai total loss, persamaan umum dari VaR yaitu :risiko berdasarkan posisi saat ini. VaR merupakan metode untuk menilai risiko menggunakan teknik statistik standar yang secara rutin digunakan di bidang teknik lainnya. VaR merupakan q% quantil dari distribusi nilai total loss, persamaan umum
E. Peaks Over Threshold (POT)
Extreme Value Theory (EVT) secara luas digunakan dalam upaya menaksir terjadinya nilai ekstrem dalam reliabilitas, asuransi, hidrologi, klimatologi dan ilmu lingkungan. Dalam kaitannya dengan manajemen risiko, EVT dapat meramalkan terjadinya kejadian ekstrem pada data berekor gemuk yang tidak dapat dilakukan dengan pendekatan tradisional lainnya.  Metode POT merupakan suatu metode EVT yang mengidentifiksikan nilai ekstrem dengan menggunakan patokan atau threshold (u). Data yang melebihi nilai threshold akan didentifikasikan sebagai nilai ekstrem. Metode ini mengaplikasikan teorema Picklands-Dalkema-De Hann yang menyatakan bahwa semakin tinggi  threshold, maka distribusinya akan mengikuti Generalized Distribution Pareto (GPD).






III. HASIL DAN DISKUSI

Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data saham Semen Gresik pada saat  closing price bulan Agustus 2007 sampai bulan Maret 2012. Pemilihan saham pada saat closing price dikarenakan harga penutupan pada hari ini dijadikan acuan harga pada saat pembukaan pada hari selanjutnya.  return saham Semen Gresik memiliki nilai skewness yang tidak sama dengan nol yaitu -0,47. Nilai skewness yang negatif menunjukkan bahwa distribusi tersebut miring ke kanan dan memiliki ekor yang panjang di kiri. Nilai kurtosis lebih besar dari tiga yaitu sebesar 16,27 menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal dan data  returncenderung memiliki distribusi tidak normal. Hal ini juga dapat dilihat pada histogram Gambar 3 yang menunujukkan bentuk histogram tidak simetris sehingga mengindikasikan data tidak berdistribusi normal.  Besar risiko penanaman saham pada Semen Gresik adalah sebesar 3,12% rupiah dari aset saat ini. Misalkan aset saat ini dalah Rp. 1 milyar, maka kemungkinan kerugian minimal sebesar Rp 31.200.000,-. Dengan kata lain dalam kurun waktu 20 hari ke depan terdapat potensi 1 hari diantaranya, investor akan mengalami kerugian minimal Rp 31.200.000,-.